THOFARAK
Natural & Healthy
The very good explanation about Natural Medicine (Prophetic Medicine)
by Dr. Jamil Al Qudsi
Sunan To Cure Your Sicknesses by Sheikh Muiz Bukhary
Narrated 'Aisha: (the wife of the Prophet) Allah's Apostle said, "No calamity befalls a Muslim but that Allah expiates some of his sins because of it, even though it were the prick he receives from a thorn." (Sahih Bukhari: 544)

Narrated Abu Sa'id Al-Khudri and Abu Huraira: The Prophet said, "No fatigue, nor disease, nor sorrow, nor sadness, nor hurt, nor distress befalls a Muslim, even if it were the prick he receives from a thorn, but that Allah expiates some of his sins for that." (Sahih Bukhari: 545)

Abdullah ibn Mas'ud reported: The Messenger of Allah, peace and blessings be upon him, said, "Allah did not send down any disease but that he also sent its cure." (Sunan Ibn Mājah: 3438,Sahih (authentic) according to Al-Albani)

Amazing Sunnah Revival:
1. Honey
2. Cupping/Hijamah
3. Black Seed
4. Ajwa Date
5. Zamzam Water
6. Prayer made when afflicted with illness or pain

بِسْمِ اللهِ (ثَلَاثَ مَرَّاتٍ)

أَعُوذُ باللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (سَبعَ مَرَّاتٍ)

Bismillāhi. Aʿūdhu billāhi wa-qudratihi min sharri mā ajidu wa-uḥādhir

(Place your hand where you feel pain and say) 'Bismillah' (three times). (Then repeat seven times), "I seek refuge in Allah and in His power from the evil of what I am experiencing and what I fear." [Muslim]

Macam-Macam Madu dan Manfaatnya

Madu sudah dikenal sejak dulu mempunyai manfaat yang cukup banyak untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan tubuh. Ada lebih dari 300 jenis madu, dengan masing-masing varietas digolongkan menurut sumber bunga yang digunakan lebah untuk mengumpulkan madu, demikian pernyataan dari National Honey Board, lembaga yang melakukan program penelitian dan pemasaran yang berhubungan dengan produksi madu di Amerika Serikat.

Madu Bunga Liar
Madu jenis ini dibuat oleh lebah yang mengumpulkan nektar dari bunga-bunga liar. Rasa dan komposisi madu bervariasi tergantung pada berbagai bunga yang mekar saat madu dibuat. Manfaat kesehatan yang dikandung cukup banyak karena nutrisi yang kaya dan sifat anti mikroba yang dimiliki madu. Para peneliti di Penn State College of Medicine menyatakan madu dapat membantu meredakan infeksi saluran pernafasan atas dan batuk, seperti yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Pediatric and Adolescent Medicine pada Desember 2007. Selain itu, para peneliti di University of California-Davis juga menemukan kandungan antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Madu Bunga Kapuk
Madu ini dihasilkan dari ternak lebah yang berada di area hutan randu. Secara fisik madu randu berwarna cokelat muda agak bening dan rasa manis sedikit asam. Secara khusus, khasiat madu randu berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai obat sariawan, meredakan demam dan flu, serta menghilangkan bau mulut.

Madu Karet
Madu jenis ini dihasilkan dari nektar bunga karet yang dihisap oleh lebah madu yang digembalakan di area hutan karet. Walau ada beberapa jenis bunga yang juga tumbuh di wilayah itu, tapi dominasi bunga karet membuat madu ini dilabeli dengan nama tersebut. Sifat khas madu bunga karet ini adalah mengkristal seperti gula jika disimpan dalam jangka waktu lama. Khasiat dari madu jenis ini adalah untuk menyembuhkan hepatitis, mengatasi keputihan, mengobati luka bakar, dan meredakan alergi serta rasa gatal.

Madu Kelengkeng
Sejak dulu, madu jenis ini telah digunakan untuk kesehatan dan kecantikan. Madu kelengkeng ini diproduksi terbatas karena hanya memanfaatkan musim lengkeng saja. Dalam penelitian tahun 2006 yang dipublikasikan dalam BMC Complementary and Alternative Medicine, para ilmuwan menyimpulkan mengganti gula dengan madu dapat meningkatkan mikroflora dalam usus, yang baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, kandungan alami madu berupa hidrogen peroksida yang berasal dari enzim lebah dapat bekerja sebagai antibiotik alami untuk luka bakar dan tergores.

Banyak sekali jenis dan manfaat madu yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Pilih sesuai dengan kebutuhan ya.


Sumber: https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/inspirasi-kesehatan/macam-macam-madu-dan-manfaatnya.html
Segudang Manfaat Kesehatan Habbatussauda, Jintan Hitam dari Timur Tengah

Minum jamu sudah menjadi kebiasaan yang turun menurun bagi masyarakat Indonesia. Salah satu tumbuhan yang sering diolah menjadi obat herbal adalah habbatussauda, yang punya nama latin Nigella sativa. Memang, apa sih manfaat habbatussauda untuk kesehatan?

Apa itu habbatussauda?

Sejatinya, habbatussauda adalah biji jintan hitam yang berasal dari tanaman berbunga tahunan bernama Nigella sativa dari keluarga Ranunculaceae, tanaman asli Asia Selatan dan Asia Barat.

Di negara asalnya, jintan hitam sering digunakan sebagai bumbu penyedap dan pengawet alami untuk masakan India dan Timur Tengah. Jintan hitam memiliki rasa dan aroma khas pahit-pedas seperti kombinasi bawang merah, lada hitam, dan oregano.

Beragam manfaat habbatussauda untuk kesehatan

Manfaat habbatussauda pertama kali diteliti oleh Ibnu Sina, ilmuwan Persia yang dianggap sebagai salah satu pemikir dan penulis paling terkenal dari Zaman Keemasan Islam, dalam jurnal medisnya Canon of Medicine. Ibnu Sina menulis bahwa biji jintan hitam ini bermanfaat sebagai pengobatan sesak napas, baik karena gejala asma atau karena masalah pernapasan lainnya.

Dalam pengobatan tradisional, habbatussauda digunakan terutama sebagai perangsang produksi ASI, dan obat cacingan. Jintan hitam juga telah digunakan sebagai diuretik dan pelemas otot (untuk kedutan dan kejang), serta untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan penyakit menular pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

Selain itu, biji jintan hitam telah digunakan untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi, serta flu dan hidung tersumbat. Habbatussauda juga telah digunakan untuk mengobati mata merah (konjungtivitis), wasir, luka bernanah (abses), rematik, reaksi alergi, hingga masalah pencernaan - seperti diare, disentri, sembelit, kolik, dan perut kembung. Minyak habbatussauda yang dioles ke kulit juga dilaporkan bisa menyembuhkan reaksi alergi kulit akibat dermatitis kontak.

Apa kata dunia medis modern soal manfaat habbatussauda?

1. Meningkatkan kualitas sperma
Khususnya bagi pria perokok berat, kandungan nikotin dan racun lainnya dalam rokok telah lama diketahui mengurangi kelincahan sperma untuk berenang (motilitas) dan juga memengaruhi bentuk normalnya. Nikotin juga memunculkan dampak negatif pada struktur jaringan testis. Kelainan pada sperma dan testis merupakan faktor risiko penting dari masalah kesuburan pria. Sebuah penelitian asal University of Malaysia tahun 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine melaporkan bahwa minyak habbatussauda meningkatkan kualitas sperma dan menunjang struktur jaringan organ testis yang lebih baik.

2. Mengatasi gejala diabetes tipe 1
Thymoquinone (TQ) merupakan senyawa aktif utama yang terkandung dalam minyak habbatussauda. Setelah melakukan percobaan pada tikus lab, sebuah penelitian dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia tahun 2014 menemukan bahwa injeksi TQ dalam dosis tinggi dapat menghentikan perkembangan penyakit diabetes tipe 1 seutuhnya.

Satu studi lainnya dari Zagazig University di Mesir melaporkan bahwa ketika ekstrak habbatussauda dicampur dengan rempah herbal khas Timur Tengah lainnya (Myrrh, Gum olybanum, dan Gum asafoetida) efektif menurunkan kadar gula darah pada tikus lab karena adanya efek penghambatan metabolisme glukosa di hati. Oleh karena itu, peneliti percaya bahwa ekstrak herbal ini mungkin dapat digunakan sebagai pengobatan diabetes yang tidak bergantung pada obat insulin.

3. Menurunkan tekanan darah
Penelitian dari Shahrekord University of Medical Sciences di Iran melaporkan bahwa konsumsi pil ekstrak habbatussauda setiap hari selama dua bulan dapat menurunkan tekanan darah pada orang-orang yang memiliki hipertensi ringan. Ditambah lagi, tidak ada komplikasi yang disebabkan oleh habbatussauda terhadap kesehatan partisipan penelitian tersebut.

Temuan ini diperoleh setelah melakukan uji coba pada tiga kelompok terpisah yang kesemua anggotanya memiliki hipertensi ringan - dua kelompok pertama diberikan pil ekstrak habbatus sauda dosis 100 mg dan 200 mg, sementara kelompok ketiga diperi plasebo (pil kosong) yang diminum rutin dua kali sehari. Setelah delapan minggu, nilai tekanan darah sistolik dan diastolik pada dua kelompok peminum ekstrak habbatus sauda ditemukan menurun dibandingkan mereka yang minum pil kosong. Namun demikian, penurunannya termasuk kecil, yaitu hanya berkisar 1-3 mmHg.

Pil ekstrak habbatus sauda juga ditemukan menurunkan tingkat kolesterol total dan kolesterol "jahat" LDL, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik HDL pada beberapa kasus. Akan tetapi, efek penyeimbang kolesterol dari habbatus sauda ini hanya muncul pada mereka yang punya kolesterol tinggi ringan, manfaat yang sama tidak ditemukan pada orang-orang yang punya kadar kolesterol normal.

4. Melawan kanker
Habbatusauda mengandung senyawa antioksidan etanol yang diketahui dapat menghambat keganasan sel kanker dan perkembangannya seiring waktu pada tikus lab. Etanol ditemukan menghasilkan sekitar 80 persen efek perlindungan terhadap stres oksidatif dalam tubuh. Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif, yang memicu berbagai kerusakan sel dalam tubuh dan menyebabkan berbagai macam penyakit kronis, termasuk kanker.

Habbatassauda sebaiknya jangan diminum sembarangan
Yang perlu dipahami adalah, bukti ilmiah dari sejumlah manfaat habbatussauda di atas masih bersifat terbatas dalam uji laboratorium ketat. Kebanyakan hanya dilakukan pada kultur sel, hewan percobaan, atau percobaan kecil pada sekelompok manusia. Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan semua klaim manfaat ini yang ditujukan pada manusia.

Minum jamu dan obat-obatan herbal sebagai alternatif pelengkap dari obat kimia (baik resep maupun nonresep) sebenarnya boleh saja. Obat herbal yang berupa rebusan relatif aman dikonsumsi karena zat-zat toksik yang mungkin terkandung sudah mengalami perubahan struktur kimia. Namun demikian, suplemen herbal sejatinya tetap tidak boleh diminum sembarangan karena reaksi tiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda satu sama lain. Meski punya keluhan sama, belum tentu obat herbal yang ternyata cocok untuk Anda akan memberikan khasiat yang sama pada anak atau tetangga Anda.

Maka obat herbal sebaiknya hanya dikonsumsi untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit - bukan untuk menyembuhkan. Untuk menyembuhkan penyakit tetap dibutuhkan obat resep dokter dan kontrol kesehatan rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.


Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-habbatussauda-untuk-kesehatan/
Benefits of Annona muricata (Sirsak - Indonesia)
Extracts from Annona muricata (also known as graviola) are among a myriad of botanical products which have shown promising medicinal value. Studies have linked A. muricata-derived compounds to a variety of anticancer effects including cytotoxicity, induction of apoptosis, necrosis, and inhibition of proliferation on a variety of cancer cell lines, including breast, prostate, colorectal, lung , leukemia, renal, pancreatic, hepatic, oral, melanoma, cervical, and ovarian cancers. Moreover, all aerial parts of this plant, including the bark, fruit, leaves, root, and seeds, are used as natural medicines in the tropics. However, there is a need for more rigorous studies to establish safe and effective care regimes.

Anticancer Effects
More than 47% of current anticancer drugs on the market are natural products, their derivatives or natural product synthetic mimics, and more than 25,000 identified phytochemicals have been shown to possess potent anticancer activities. The aerial parts of graviola have been extensively studied with several reported in vitro and in vivo pharmacological activities, and have been shown to be effective in the management of several cancer types.
Several studies examining the anticancerous properties in A. muricata extracts have observed the induction of apoptosis. According to the available data, there are about six extract types with regard to solvent extraction of A. muricata parts, including water, ethanol, methanol, ethyl acetate, chloroform, and n-hexane extracts.

Anti-inflammatory, Antinociceptive, Antiarthritic, Immunomodulatory, and Wound Healing Activities
Over the last few decades, herbal remedies and natural phytochemicals have garnered scientific interest for their utility in managing pain and inflammation. Natural agents including A. muricata can mechanistically modulate these effects by impacting molecular targets, some of which are common to pain medications such as NSAIDs, but with reduced side effects.

Antioxidant Activity
Hepatoprotective Effects Related to Antioxidation
Antidiabetic and Hypotensive Properties
Antimicrobial and Antiparasitic Potentials

Complete Article can be read in below link:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6091294/
Benefits of Garcinia mangostana (Manggis-Indonesia)
Mangosteen has been vastly used in medicinal areas including in
anti-cancer,
anti-microbial, and
anti-diabetes treatments.
Furthermore, we have also described the benefits of mangosteen extract in protecting various human organs such as liver, skin, joint, eye, neuron, bowel, and cardiovascular tissues against disorders and diseases.

This review has covered recent articles related to mangosteen research particularly its compound profile as well as medicinal benefits. Evidently, many mangosteen bioactivities and medicinal benefits are contributed by the presence of phenolic compounds such as xanthones and procyanidins. These compounds are particularly effective against oxidative damage and inflammatory response. As such, mangosteen compounds were able to inhibit cancer and bacterial growth as well as protecting various organs such as liver, skin, joint, eye, neuron, bowel, and cardiovascular tissues from disorders. Despite these benefits, mangosteen compounds have yet to be developed as prescription drugs and hence future effort in human applications should be emphasized.

Complete Article can be read in below link:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6368837/