THOFARAK
Natural & Healthy

Inilah Keunggulan Ayam Organik dan Probiotik Dibanding Ayam Biasa
Jakarta - Di supermarket, terutama yang menyasar kelas menengah ke atas, dijual daging ayam berlabel organik dan probiotik. Daging ayam ini diklaim lebih sehat dibanding daging ayam biasa. Apa keunggulannya?

Ayam organik adalah ayam yang diternakkan secara alami, tanpa sentuhan bahan kimia. Bibit ayam (day old chicken, DOC)nya sejak awal ditetaskan dan dibesarkan dengan perlakuan organik. Pakannyapun berasal dari sayuran organik dan dedaknya dibuat dari beras organik.

Makanya, tidak terdeteksi pestisida saat diuji di laboratorium. Kadar E. coli berada di bawah ambang batas, sementara Salmonella thyposa terbukti negatif. Cemaran logam juga di bawah ambang batas, sehingga daging ayam organik aman dikonsumsi.

Pemeliharaan, pemotongan, dan pembersihan daging ayam juga tidak menggunakan bahan kimia. Ayam organik dipelihara selama 70 hari sampai mencapai berat 900-1.000 gram. Harga per ekornya sekitar Rp 48.500 untuk ukuran 700-800 gram.

Sementara itu, ayam probiotik adalah ayam broiler biasa yang diberi bakteri Lactobacillus lewat pakannya. Ayam juga diberi jamu-jamuan seperti temulawak, kunyit, jahe, brotowali, dll.

Dengan tambahan bakteri baik dan jamu ini, kinerja pencernaan ayam jadi lebih baik. Lemak, lendir, dan minyak alami pada ayam jadi lebih sedikit dibanding ayam biasa. Makanya, kadar kolesterolnyapun jadi lebih rendah dan proteinnya lebih tinggi.

Tak hanya itu. Kandungan air ayam probiotik juga lebih rendah, sementara Salmonella, E. coli, dan antibiotiknya tak terdeteksi. Cemaran timbal, merkuri, dan arsenik juga di bawah batas aman. Di supermarket, harga ayam probiotik bisa mencapai Rp 50.000/kg.

Selain itu, secara fisik ayam probiotik juga lebih baik. Dagingnya pink dan berserat halus, tak mudah hancur. Ukuran dagingnyapun tak menyusut jika digoreng. Setelah dibakar, dagingnya mengilat dan terlihat segar. Ayam probiotik juga lebih tahan terhadap stres.

Ada rupa, ada harga. Daging ayam organik dan probiotik memang memiliki serangkaian keunggulan, namun tentu saja Anda harus menebusnya dengan uang lebih. Tertarik?

Sumber: https://food.detik.com/info-sehat/d-2598898/inilah-keunggulan-ayam-organik-dan-probiotik-dibanding-ayam-biasa
Apakah Diet Gluten Free Memang Lebih Sehat?
Diet guten free adalah jenis diet yang tidak memasukkan komponen gluten dalam makanan sehari-hari. Apa itu gluten? Gluten adalah jenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian terutama gandum, gandum hitam (rye), dan jali (barley). Pada produk olahan, gluten dapat membantu proses pengembangan roti dan memberikan tekstur kenyal atau chewy pada roti. Belakangan ini diet gluten free menjadi tren di kalangan masyarakat karena diklaim dapat memberikan manfaat kesehatan. Namun apakah diet gluten free baik bagi semua orang?

Diet gluten free bagi penderita celiac disease

Diet gluten free sebenarnya ditujukan khusus bagi mereka yang menderita celiac disease. Celiac disease adalah suatu keadaan di mana tubuh tidak dapat mencerna gluten yang terdapat dalam makanan. Karena tidak bisa dicerna, tubuh akan memandang gluten sebagai ancaman dan kemudian memproduksi antibodi yang berbalik menyerang lapisan dinding usus halus, sehingga bisa menimbulkan pembengkakan dan kerusakan jaringan usus halus. Rusaknya lapisan ini akan berakibat pada berkurangnya kemampuan usus untuk menyerap zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini berbahaya bagi kesehatan karena penyerapan zat gizi mayoritas terjadi di usus halus. Penderita celiac disease juga biasanya mengalami diare, anemia, sakit pada tulang, hingga timbul bercak-bercak pada kulit. Celiac disease dapat menyerang berbagai kelompok umur dan biasanya berlangsung tanpa gejala khusus.

Belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan celiac disease sepenuhnya, treatment yang dapat mengurangi gejala celiac disease hanyalah diet gluten free. Penderita celiac disease harus menghindari makanan yang mengandung gluten. Banyak atau sedikit jumlah gluten yang terdapat dalam makanan tidak menjamin, karena jumlah gluten yang hanya sedikit pun dapat memicu sistem imun menyerang lapisan dinding usus.

Diet gluten free bagi penderita autisme

Selain bagi penderita celiac disease, diet gluten free juga diperuntukkan bagi mereka yang menderita autism spectrum disorder atau sama dengan autisme yang kita kenal di Indonesia. Pada penderita autisme biasanya menjalani diet Gluten Free Casein Free (GFCF). Diet ini mengeliminasi gluten dan kasein dari makanan yang dimakan sehari-hari. Pada penderita autisme, gluten dan kasein yang masuk ke tubuh tidak dapat tercerna sepenuhnya dan kemudian akan diinterpretasikan sebagai komponen berbahaya oleh otak. Hal ini menyebabkan penderita autisme mengalami perubahan perilaku. Dengan menghilangkan gluten dan kasein, diharapkan dapat terjadi peningkatan kognitif pada penderita autisme.

Diet gluten diet bagi penderita non-celiac gluten sensitivity

Terdapat sebagian orang yang memang sensitif terhadap kandungan gluten pada makanan. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan apakah seseorang menderita celiac disease, sensitif terhadap gluten, atau hanya alergi terhadap gandum. Meskipun gejala yang dirasakan bisa kurang lebih sama (diare, sakit perut, dan gejala lain muncul kurang lebih beberapa jam hingga beberapa hari setelah konsumsi gluten), tetapi dampak yang ditimbulkan tidak akan separah celiac disease.

Bolehkah menjalani diet gluten free jika tidak mengidap kondisi di atas?

Bagaimana jika Anda tidak menderita salah satu dari keadaan di atas tetapi tetap ingin mengikuti diet gluten free? Berikut beberapa hal yang bisa membantu Anda mempertimbangkan apakah diet gluten free cocok untuk Anda atau tidak.

1. Pilihan makanan Anda akan jauh lebih terbatas

Ketika Anda memutuskan untuk menerapkan diet gluten free, Anda harus siap-siap mengucapkan selamat tinggal pada makanan yang biasa Anda makan sehari-hari. Roti, biskuit, sereal, oats, pasta, aneka kue kering, semua olahan yang berasal dari gandum harus Anda hindari. Meskipun sekarang sudah marak tersedia berbagai panganan dengan label gluten free, namun harganya bisa dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga biasanya. Selain itu makanan alternatif ini bisa jadi lebih tinggi kalori serta lemak jenuh.

2. Nutrisi makanan gluten free biasanya tidak lengkap

Mereka yang memang diharuskan untuk menjalankan diet gluten free karena kondisi tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter serta ahli gizi, karena makanan yang mengandung gluten merupakan makanan yang umum dimakan, dan beberapa di antaranya termasuk jenis makanan pokok. Dengan menghilangkan jenis makanan tersebut, pilihan makanan bagi mereka yang menjalani diet ini menjadi terbatas. Ditakutkan jika tidak berkonsultasi, Anda akan mudah kekurangan vitamin, mineral, serta serat yang banyak ditemui pada makanan mengandung gluten.

3. Anda mungkin perlu suplemen makanan

Produk gluten free yang dijual di pasaran umumnya kurang mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium, hingga serat. Penderita celiac disease akan disarankan untuk mengonsumsi vitamin tambahan untuk mengurangi risiko difisiensi vitamin dan mineral tersebut.

4. Gluten sulit dicerna

Gluten diklaim sebagai penyebab masalah kesehatan karena tidak dapat dicerna oleh tubuh kita. Seperti dikutip dari Washington Post, Alessio Fasano pendiri serta direktur Center for Celiac Research & Treatment di Massachusetts General Hospital mengatakan bahwa memang benar di tubuh kita tidak ditemukan enzim yang tepat untuk mencerna protein kompleks pada gluten. Ketika sistem imun kita mendeteksi adanya gluten, maka sistem imun akan melawan dan mencoba menyingkirkan komponen gluten dari tubuh. Namun pada sebagian besar orang, sistem imun kita mampu untuk mengatasi keberadaan gluten.

Kesimpulan

Gluten free diet memang ditujukan khusus bagi mereka yang menderita kondisi tertentu. Bagi Anda yang tidak memiliki masalah kesehatan, masih sedikitnya penelitian terkait gluten free diet dan bagaimana pengaruhnya bagi tubuh, mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Anda sebelum menghapus gluten dari makanan anda sehari – hari.


Sumber: https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/perlukah-kita-menjalani-diet-gluten-free/